Blogger by Bocah_Spiorad

Rabu, 14 Desember 2011

Pengakuanku

Ketika semua rasa telah sirna diterjang oleh angin timur kepasrahan dalam jiwa. Dimana gelombang kebencian telah datang entah darimana asalnya. Membuat hari terasa seakan makin terlindas oleh amukan keputusasaan. Jiwa yang tentram telah sirna dibawa oleh sekelompok burung pemakan bangkai yang sedang dilanda kelaparan yang sangat. Inikah hidup yang aku inginkan. Tak berani untuk mengubah takdir yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa atau tak kuasa mengubah takdir yang tlah diberi oleh-Nya. Hanya ada kebodohan yang selalu dipertahankan dan tak mampu untuk berbuat banyak. Memandangi kehidupan orang lain yang senantiasa hebat, senang, dan mendamba-dambakan kehidupan tersebut. Seakan-akan kehidupannya sempurna dengan berbagai perhiasan kehidupan yang sangat nikmat. Itukah yang aku inginkan ? Ehmmmm.... mungkin yang kuidamkan tak seperti yang telah dilalui orang itu. Mungkin dia lebih sengsara dari pada aku. Hanya berfikir untuk menjadi orang lain dengan beribu-ribu surga dunia yang senantiasa dihiasi dengan pernak-pernik neraka jahanam yang mungkin abadi di dalamnya. Itu yang aku mau ? BODOH............ Apakah aku mau menjadi kayu api dari panasnya neraka jahanam dengan lekik tawa dari abdi setan yang menjerit dan melodi rintihan kesakitan yang sangat. Apakah itu mauku ? Kurasa tidak. Semua itu hanya sebuah imajinasi dari surga dunia yang terbilang sangat aku inginkan. Tetapi tidak untuk abadi didalam kobaran api abadi yang tak pernah padam dengan beribu-ribu liter air yang ada di dunia ini. Aku hidup ini untuk mendapat ridho dari-Nya. Dengan segala upaya yang telah IA janjikan, dengan segala kenikmatan yang telah IA bangun yang telah diberi nama surga. Aku mengingikan itu. Daripada surga dunia ini yang akan menyeret-nyeret kita seperti ANJING hina yang berliur dan menggonggong meminta ampun kepada tuannya. Agar tidak dimasukan kedalam lidah api yang teramat sangat panas, hingga tulang pun hancur berkeping-keping tanpa sisa. Biarlah hidup ini kujalani dengan kesendirian. Ditemani sepi dan kebohongan dunia yang menjanjikan surga. Hidup dengan semua orang yang kucintai sudah sangat berarti bagiku. Dengan keluarga dan sahabat yang aku punya saat ini, aku pun sudah bahagia. Tetapi hanya 1 hal yang belum aku temukan sampai saat ini. Keberanian untuk mencari pasangan hidup yang membuat semangat hidupku berlipat ganda. Mungkin suatu saat nanti akan kutemukan rusukku yang telah diambil oleh-Nya, yang digunakan untuk menjadi pasangan hidupku hingga akhir hayatku nanti. Terimakasih kepada Allah SWT untuk semua nikmat dunia yang telah Kau berikan kepadaku. Mungkin suatu saat nanti, aku akan berkunjung ke surgaMu yang penuh dengan kenikmatan yang tak terbeli didunia ini. Terimakasih kepada Ayah & Ibuku, semua yang telah kalian berikan kepadaku membuat hidupku seakan tak terkira dengan kebahagian. Terimakasih kepada sahabat-sahabatku, kalian tak kan pernah kulupakan sampai akhir hayatku ini. Dengan semua duka lara yang telah kita lalui bersama, membuat hidupku ini menjadi lebih berwarna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar